e-SPT


Sebuah huruf awal yang identik dengan kecanggihan teknologi informasi adalah huruf e yang langsung disambung dengan tanda “-” atau “e-” yang merupakan singkatan dari electronics. Di DJP ada e-SPT. Sebuah singkatan yang aneh. Perpaduan singkatan bahasa Inggris dan Indonesia. Electronics Surat Pemberitahuan (e- SPT). Bahasa seserhananya e-SPT adalah SPT elektronik atau SPT dalam bentuk media digital.

e-SPT bukanlah pengiriman SPT dengan jalur internet. DJP sebenarnya telah memiliki e-filling dimana SPT disampaikan dengan jalur internet. Saat ini pengiriman SPT dengan e-filling yang gratis hanya untuk SPT PPh PPh orang pribadi karyawan. Selain itu harus berbayar karena bekerjasama dengan Internet Service Provider.

e-SPT ini merupakan aplikasi yang digunakan Wajib Pajak dalam menyampaikan SPT. Kelebihan e-SPT adalah paperless. Yang disampaikan hanya lembar induk. Sedangkan lampirannya tidak perlu karena sudah dalam bentuk digital. Sebenarnya, lembar induk dan lampirannya sudah ada dalam dalam media digital jadi secara teknis tidak perlu diprint tetapi karena masalah tanda tangan basah maka lembar induk harus dicetak dan ditandatangani. Perhitungan pajak dalam e-SPT juga lebih cepat dan tepat karena menggunakan komputer.

e-SPT juga memudahkan DJP, dimana sebelunya ada kegiatan perekaman SPT menjadi tidak perlu karena data perpajakan Wajib Pajak telah terorganisir dengan baik dan sistematis sehingga dapat dimasukkan ke server DJP dengan lebih cepat.

Saat ini, semua SPT sudah ada e-SPT nya. Kita dapat mengunduhnya di http://www.pajak.go.id/content/pembuatan-surat-pemberitahuan-elektronik-espt. Banyak juga blog yang menyediakan link unduhan e-SPT. Meskipun installer nya sebenarnya dari DJP juga.

Sesuai perkembangan software dan untuk memperbaiki bug, DJP beberapa kali mengeluarkan update aplikasi. DJP telah mengeluarkan beberapa regulasi mengenai kewajiban menggunakan e-SPT. Salah satunya, PER-11/PJ/2013 dimana semua PKP badan dan Orang Pribadi dengan omset Rp 400 juta keatas atau melaporkan faktur pajak 25 dokumen keatas wajib menggunakan e-SPT.

Sebelumnya, Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Madya, LTO, dan Kanwil Jakarta khusus diwajibkan menyampaikan e-SPT Sesuai PER-6/PJ/2009 tanggal 20 Januari 2009. Wajib Pajak Badan harus menyampaikan SPT Tahunan dalam bentuk e-SPT sejak tahun pajak 2011 diatur dalam PER-16/PJ/2012. Kewajiban penggunaan SPT terus diperluas dengan PER – 44/PJ/2010 dimana PKP yang faktur pajaknya dalam satu masa pajak lebih dari 25 dokumen.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: