menulis perjalanan 6


Sementara atau mungkin akhirnya, muncullah pengakuan, aku bukan penulis tapi pembaca. Jika pun ternyata pernah menulis, maka seorang penulis yang buruk. Jika buruk kenapa harus terus menulis. Tapi jika memang ada yang baik. Dimana sisi baiknya?. Menggali potensi diri mudah diwacanakan namun bukan hal yang mudah dilakukan.

Banyak hal untuk ditulis. Termasuk hal yang remeh, juga menulis perjalanan ini. Tetapi menulis harus dengan hati dan dengan keikhlasan. Teori…, faktanya menulis harus dengan data. Tulisan dibagi menjadi jenis narasi, deskripsi, persuasi dan argumentasi. Lalu apa tulisan ini. Sebuah upaya mendeskripsikan perjalanan dari rumah ke kantor. Sebuah tulisan yang berdasarkan pengalaman pun ternyata memerlukan data. Andaikan harus masuk ke jenis tulisan sesuai buku-buku pelajaran. Tulisan ini tidak akan ada.

Kenekatan dan kegenitan jari ini lah yang memaksa untuk menulis. Menghilangkan rasa hampa, mengisi kebengongan, dan terus mengolahragakan otak. Baik atau buruk sebuah tulisan bukanlah sebuah warna dengan perbedaan hitam putih. Menulis bukanlah untuk memenuhi selera pasar semata. Menulis juga bisa menjadi digestive system yang membawa oksigen dan mengeluarkannya dalam bentuk karbondioksida.

Judul “menulis perjalanan 6” merupakan sebuah lanjutan dari “menulis perjalanan” sebelumnya harus dihentikan dulu. berhenti bukanlah sebuah akhir tetapi sebuah istirahat dari kepenatan, bukan kebuntuan. Sampai kapan pun, aku akan menulis sesuai kemampuan. Inilah penggalan kalimat yang tidak sampai ke tujuan akhir.

——————————————————–

Jalan RE. Martadinata merupakan jalan pertama yang kulalui. Siapa Martadinata. Iseng kubaca sekilas. Search Engine seperti Google tidak tahu tapi ia memberi jalan untuk tahu. Wikipedia yang memberi tahu. Luar biasa. Kita hidup dalam dunia yang terbuka. Dan suka tidak suka, kita harus open mind. Buku-buku yang selama ini berhimpitan di perpustakaan beterbangan. Siapapun bisa mengambil dan membacanya.

RE Martadinata merupakan seorang angkatan laut, ia….

——————————————————–

Ketika akan menceritakan RE martadinata dari hasil gooling. Aku sudah sampai titik jenih dan tertutuplah pintu tersebut. Daripada menghabiskan energi untuk masuk ke pintu yang sudah tertutup lebih baik mencari pintu tulisan lain yang lebih menyenangkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: