menulis perjalanan 5


“Aku berlindung kepada Tuhan dari politik yang bising”. Doa ini aku baca menjelang peristiwa-peristiwa adanya kompetisi tahta, seperti pilkadut, pemilihan ular kadut, pilkadal, ketua pulau, kepala jalan, penguasa wilayah dan tahta lainnya. Doa terucap karena begitu kerasnya kebisingan politik mengalahkan suara pesawat supersonic. Jalan yang akan kulalui dipenuhi dengan baliho, spanduk, selebaran dan media outdoor- bersesakan masuk ke mata. Suara-suara janji, dukungan fansboy bergerilya memasuki genderang telinga.

Syah saja. Politik sebagaimana dunia lainnya terus berinovasi, berusaha eksis bahkan cenderung dominan ketika dunia terus terpolarisasi dalam sel-sel tersendiri. Hidup semestinya berjalan dalam dunianya sendiri tanpa intervensi atau mendominasi. Saling menginspirasi dan mencerahkan jika memang harus ada keterkaitan.

Di belahan dunia lain. Belgia tanpa pemerintah selama 450 hari lebih. Di sebuah kota kecil yang penduduknya hanya 22 penduduk di Amerika Serikat, tepatnya Dorset, Minnesota. seorang anak balita berumur 4 tahun, Robert Tufts diangkat jadi walikota. Becanda sepertinya. Tapi kehidupan berjalan seperti biasa. Sampah tetap diangkat, ekspor dan impor tetap berjalan dan kedai tetap buka. Begitulah kalau sistem berhasil dibangun untuk jangka panjang dimana semua dunia berhak untuk mandiri. Tentu saja contoh ini ekstrim yang pasti tidak cocok 100 persen dengan tempat lainnya. Tapi ungkapan “good governance is less governing” sangat masuk akal.

Cengkraman zaman lama, ketika politik menggenggam kekuasaan secara masif ke dalam olahraga, seni dan dunia lain yang tidak berhubungan dengan politik telah terbukti menghasilkan sisi positif yang sedikit dibanding negatifnya. Tetapi, politik dengan kekuasaan minimal menjadi tidak menarik. Struktur perlu dibuat melebar dan menjangkau semua lini kehidupan. Seolah-olah semua hidup ini ditentukan oleh politik. Ah, sudahlah. Itu semua diluar jangkauanku.

Jalan kampung yang pertama disambut dengan spanduk “suara bledug suara aneh” dengan photo seorang bapak tua. Ah, andaikan saja diganti dengan photo wajah personil Cheribelle mungkin lebih adem. Berikut nama lengkap dan gelarnya ditulis lengkap untuk menginformasikan tingkat kehebatan akademisnya.

Kenapa harus pusing?. Bukankah kita mempunyai banyak pilihan untuk melihat photo narsis di baliho super besar atau berkonsentrasi mengendarai motor atau melihat sisi keindahan lain. Baliho itu jelas mengganggu tapi sadar atau tidak, saya juga terkadang mengganggu dalam berkendara. Toleransi bisa meluaskan hati, melapangkan jalan, membukakan cakrawala dan menembus batas kebuntuan fikiran. Tidak selamanya toleransi itu baik. Zero tolerance untuk keselamatann vital perlu, bahkan wajib. Lagi-lagi ini semua diluar kekuasaan. Aku hanya mengendarai motor dan semoga selamat bagi diriku dan orang lain. Itu saja…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: