menulis perjalanan 3


Ada lagi, sedia payung (jas hujan, perahu) sebelum hujan. Jas hujan ini sangat penting ketika hujan. Ya iya lah, masa berguna waktu kebakaran. Ga lucu kan, jika baju rapih anda basah kuyup. Tetapi juga berbahaya jika yang digunakan jas model batman atau jas model ponco, juga ada yang menyebutnya jas kelelawar. Jas ini membahayakan karena bisa keserimpet, nyangkut dan berkibar-kibar. Jas hujan yang aman adalah jas 2 piece yang terdiri dari baju dan celana yang terpisah. Warna jas hujan juga sebaiknya berwarna cerah atau ada scotchlightnya sehingga eyecatching dan mudah dilihat pengendara lain.

Sialnya, celana jas hujanku sudah robek sedangkan jas hujan baju masih bagus. Dan konyolnya, tidak ada penjual yang hanya menjual jas hujan untuk celana saja. Hebat sekali produsen hujan ini, menyatukan paket penjualan jas hujan antara celana dan bajunya sehingga konsumen tidak punya pilihan ketika salah satunya rusak maka harus membeli dua-duanya. Alhamdulillah, isteriku memberi jas hujan baru.

Sebelum naik motor, aku harus membuka pintu pagar. Ah, ga guna kali, aku cerita membuka pagar. Tidak teman, ada yang bilang, orang kaya itu tidak pernah membuka pagar apalagi menyentuhnya. Seorang priyayi bahkan tidak pernah tahu berat atau tidaknya tas yang ia bawa. Pembantu akan tergopoh-gopoh membuka pagar, sopir begitu sibuk membuka pintu mobil sang majikan dan membawa tasnya. Tidak ada yang salah. Sang majikan menggaji pembantu untuk melakukan hal itu dan majikan mempunyai urusan strategis yang mungkin lebih berguna dari sekedar membuka pintu pagar.

Aku belum sampai ke level itu. Dan juga tidak menginginkannya. Aku menginginkan ketika berniat membuka pintu, secara otomatis pintu terbuka. Tas pun masih kuat kuangkat. Oh, tidak. Aku tidak memerlukan tas. Semuanya sudah cloud computing. Dan, SDM pembuka pagar, pembawa tas bisa melakukan hal lain yang lebih berguna. Beuh.

Surat penting lainnya, STNK dan SIM. STNK merupakan bukti bahwa anda pemilik kendaraan atau anda telah mendapat izin pemilik kendaraan. Sedangkan SIM Merupakan bukti bahwa anda layak mengendarai kendaraan tertentu. Dimana SIM A untuk kendaraan pribadi bobot 3.500 kg. B2: alat berat atau penarik kendaraan gandeng pribadi. D: Kendaraan khusus kendaraan penyandang cacat. A umum: kendaraan umum 3.500 kg. B2 Umum : alat berat atau penarik kereta gandeng umum.

Dua-dua nya sering terlewatkan. STNK mobil hampir tidak pernah tidak terbawa karena melekat ke gantungan kunci mobil. Gantungan kunci motor ku masih seperti gantungan kunci lemari yang tidak mempunyai dompet wadah STNK sehingga sering lupa dibawa. SIM motor pernah kumiliki tahun 2002 an dan lupa tidak diperpanjang karena waktu itu, motor dijual. Mau buat SIM baru malasnya setengah mati. Karena tempat ujian SIM di Kalideres yang jauh dari rumah dan kantor. Suatu ketika nanti, insya Allah, aku akan ujian SIM agar dapat mengendarai motor dengan aman dan nyaman. Aneh kan, apa hubungannya, memiliki SIM dengan keamanan berkendara. Ada hubungannya, mungkin SIM sebagai sebuah formalitas, bukan sebagai kemampuan real dalam memahami aturan berlalu lintas dan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor.

–continued–


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: