tulisan sampah


Bungkus bawang merah itu terbuat dari kertas koran terbitan tahun entah berantah. Kertas koran tersebut sudah tidak punya value lagi jika dilihat dari sisi contentnya karena memuat informasi yang sudah kadaluwarsa. Kertas koran tetap berguna dan pedagang sembako mempunyai pandangan go green dengan cara reuse sehingga kertas koran dapat digunakan untuk membungkus bawang merah, cabe rawit, ketumbar dan bumbu masak lainnya.

Mungkin, mata dan perasaan saya tidak normal karena masih tertarik dengan isi koran itu. Gambar dan beberapa rangkai kata sering membuat mata ingin melihatnya. Rasa ingin tahu dan penasaran selalu berkecamuk. Dan otak segera mengintruksikan tangan untuk memindahkan bawang ke meja sehingga menjadi berantakan. Indera mata dengan ganas melibasnya.

Mataku mempunya daya baca yang luar biasa, sayangnya, otak mempunyai daya simpan yang lemah. Materi bacaan menempel sesaat di otak dan sering hilang entah kemana ketika disearch. Akibatnya otak menjadi kurang pintar dan membaca menjadi seperti sebuah kegiatan yang tidak berguna.

Tentu saja, kualitas bacaan juga berpengaruh. Tulisan tentang informasi kejahatan tidak ada manfaat sama sekali ketika sedang mengisi soal ujian TOEFL. Kualitas bacaan akan berpengaruh terhadap pengetahuan anda. Mungkin tidak langsung. Perlahan tapi pasti, baik atau buruknya isi tulisan akan mempengaruhi baik atau buruknya anda. Seburuk-buruknya dampak tulisan itu lebih baik daripada tidak membaca.

Membaca bukanlah satu-satunya jalan untuk pengetahuan. Kita tentu pernah mendengar, saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat, saya kerjakan saya mpaham. Practice lebih baik daripada hanya membaca. Setelah practice, tingkat lebih tinggi adalah menulis tentang pengetahuan yang dipahami. Anda akan menuju tingkat expert.

Membaca bungkus bawang mungkin menjadikanku berpengetahuan sesempit dan sekecil bawang. Beda jauh dengan bacaan buku mewah terbitan luar negeri. Ternyata tidak seperti itu, kertas sampah ini terkadang berisi jendela kekaguman bahkan kemewahan. Kertas koran ini sering membawaku ke ruang tamu gubernur, ke lapangan olahraga, bahkan peperangan yang mengerikan. Kertas koran ini sudah menjadi sampah tapi tetap setia memberi informasi. Tidak mungkin me.

Tulisan merupakan sebuah produk, bahkan sebuah seni. Sama seperti sebuah sepatu, pensil, kendaraan atau sebuah produk tak terlihat. Mungkin hanya sebuah produk sampah, mungkin pula sebuah produk berkualitas tinggi, atau sebuah produk unik dan segmented. Ada yang menyukai dan mencintainya, ada yang membenci dan memakinya. Semua orang berhak untuk mempunyai penilaian sendiri.

Ingin sekali, aku membuat sebuah tulisan dengan kualitas kelas atas. Tapi, aku harus menyadari untuk membedakan antara keinginan, mimpi dan hayalan orang gila. Kenyataan baik atau buruk harus dihadapi dan diterima sebagai sebuah kebahagiaan dengan rasa syukur. Tulisan buruk seperti sampah yang mungkin secara tidak sengaja terbaca oleh anda terkadang sebuah bias antara keinginan dan kenyataan.

Aku sering memaki berita dari media yang tidak ada gunanya atau hanya berisi informasi yang berisi rasa iri dan kedengkian, sinetron yang hampir kosong akan nilai kemanusiaan universal. Tapi makian bukanlah hal yang indah. Toh, tulisanku pun sering seperti sampah dimana banyak orang mungkin mencacinya.

Jalan nyaman untuk menghindari cacian adalah berdiam diri sehingga nihil kesalahan tapi ini mengakibatkan hilangnya eksistensi kehidupan. Sebuah cara yang sangat salah. Kesalahan meupakan sebuah risiko ketika melakukan kemajuan. So, apapun yang terjadi, terjadilah. Aku akan tetap menulis mesti sebuah tulisan sampah dimanana beberapa orang menutup hidungnya namun beberapa orang ada yang mengharapkan kehadirannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: