memberdayakan teko kosong


“Tulisan anda merupakan pengejawantahan isi kepala anda”. Seram kali omongan ini. Mungkin ada benarnya, seperti teko dan isi airnya. Kalau teko mempunyai banyak air maka menulis akan mengalir dengan deras karena kepala berisi ide yang sangat banyak. Isi kepala yang bagus akan menghasilkan tulisan yang berkwalitas. Juga sebaliknya, kepala yang kotor akan menghasilkan tulisan yang buruk.

Tapi bukankah, banyak teko dengan jumlah air yang banyak tapi corongnya rusak. Akibatnya air sulit keluar, kalau keluar pun, airnya tidak enak. Ada juga keran bagus tapi demi gengsi, air tidak dikeluarkan. Akibatnya air pun menggenang dan menjadi tempat yang nyaman untuk nyamuk. Hey…, ngomong apa aku ini.

Sebagian orang menganggap isi kepala sebagai rahasia dapur sehingga tak pantas untuk membagi ide dan gagasan di kepalanya karena khawatir jika ada sisi gelap yang tak layak untuk dipublikasikan. Sebagian ketakutan jika isi kepala berbeda dengan mainstream atau khawatir berseberangan dengan pendapat penguasa.

Di tengah waktu yang sangat sempit dan semakin spesialisasinya seseorang, meskipun isi bagus, keran bagus tapi kalau waktu tidak ada, menulis pun hanya diatas angan. Akibatnya sedikit sekali orang yang bersedia menulis. Menulis perlu waktu, perlu pena, perlu kertas. Tapi itu duluuuu. Sekarang menulis bisa dimanapun. Menulis tidak mengenal ruang dan waktu.

Social network berperan besar. Anda pasti sudah mendengar facebook dan twitter. Sebenarnya banyak media lainnya. Tapi mungkin keduanya yang paling populer. Semua orang bisa menulis meski hanya dari beberapa kata. Kita semakin connected secara real time.
Sebelum social media, ada juga blog, dimana semua orang bisa menshare hal apapun sebebasnya. Tidak hanya tulisan yang bisa dishare bahkan photo dan video. Dunia menjadi semakin kecil.

Kembali ke teko. Sebaik atau seburuk apapun isi kepala anda. Hal yang terbaik adalah menuliskannya. Mungkin tulisan anda buruk tapi memendam ide di kepala akan lebih buruk lagi. Tapi…, tentu saja harus disesuaikan dengan lingkungan. Yang jelas, dayagunakanlah isi kepala anda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: