aku belum bisa menulis – 4


Horee… Aku bisa membuat (hanya judul) tulisan. Saatnya, membuat outline. Hmmm, tapi sepertinya, aku harus baca tulisan tentang outline tulisan, berikut ini, link nya, http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2011/02/23/i-love-writing-10-membuat-outline-perlukah/. Berikut ini langkah menyusun outline:
1. Tentukan tema yang mau ditulis. Wah, beda tema sama judul dan topik, apa ya?. Nanti googling lagi ah…
2. Undang kehadiran ide sebanyak2-banyaknya. Open Mind. Jangan membatasi aliran ide dari kecerdasan semesta. Setiap orang punya ide. Ide itu bisa bernas, cerdas dan genius. Bisa juga ngawur, lucu bahkan impossible. Tulislah, tidak ada batas yang jelas antara ide gila dan genius.
3. Segera tulis ide anda sekarang juga, sekenanya, mengalir apa adanya. Jangan dikritisi. Tugas anda hanya menuliskannya. Ingat, anda adalah penulis bukan editor. Anda juga bukan kritikus atau pengamat.
4. Setelah ide cukup. Amati dan Seleksilah. Yang relevan dengan tema ambil, yang tidak relevan dibuang.
5. Susunlah sederetan ide yang dipilih secara sistematis. Bisa dari umum ke khusus atau secara kronolgis. Pastikan tidak ada gagasan yang melompat-lompat. Buatlah susuna ide mengalir secara kompak dan sealur dari ide pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
6. Kembangkan setiap ide utama dengan kalimat penjelas atau pelengkap. Satu ide utama bisa dikembangkan menjadi satu paraghrap. Kalau anda mempunyai sepuluh idu utama maka anda bisa menulis minimal 10 paraghrap. Ini sudah cukup untuk membuat satu artikel.

Kalau anda mau, anda bisa menulis satu kata yang sederhana menjadi kalimat panjang yang panjang, ini terkandung daya imajinasi, rasa, kosa kata dan mood anda. Contohnya, kata “senja”. Mari kita panjangkan kata ini. Matahari di ufuk barat meyusup pelan diantara dedaunan. Ia beranjak turun setelah menunaikan tugas menerangi bumi. Setelah berada di ketinggian, kini saatnya turun perlahan dan menghilang untuk muncul kembali di esok pagi. Selimut malam nan gelap mulai beraksi. Sedikit demi sedikit bumi disemai kegelapan. Dari terang menjadi temaram, samar dan kemudian gelap gulita.

Anda bisa memanjangkan sebuah ide atau ekspresi menjadi kalimat panjang dan bertele-tele bisa juga menjadi beberapa kata yang sangat pendek dari gagasan panjang yang rumit. Membuat gagasan yang panjang nan rumit menjadi hanya beberapa kata, itu lebih sulit. Bagaimana sebuah visi perusahaan disingkat menjadi beberapa kata. Konon, perusahaan berani membayar mahal kepada konsultan yang mampu membuat beberapa kata yang mencerminkan visi sebuah institusi.

Kembali ke outiline. Ternyata ada pro kontra tentang pembuatan outline. Ada yang menganggap sebelum membuat tulisan harus membuat tulisan dulu, ada juga yang berpendapat tidak perlu. Untuk penulis pemula sebaiknya membuat outline, tapi kalau sudah berpengalaman. Membuat outline ternyata tidak perlu ditulis. Ia ditulis di otak. Tulisan yang pendek bisa tidak membuat outline, tetapi tulisan panjang sebaiknya membuat outline. Begitooo…kira2 menurut link tersebut.

Daripada bingung, sebaiknya aku kembali menulis lagi denga judul “perjalanan bersama hujan pagi”. Gile….duduk selama 1 jam ini, aku baru nulis judul doang😦.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: