aku tidak bisa menulis – 2


Damn, sudah sekitar 1 jam aku duduk di kursi dan tidak ada 1 huruf pun yang ada di layar monitor. Ya, googling pasti bisa membantu. “Tips menulis” ku ketik lalu search. Dan ketemulah ini. Tips menulis itu bahwa tulisan yang bagus itu harus mempunyai rumus 5W + H. Sederhana. What, Who, Why, Where, When, dan How. Loh kok jadi panjang dan rumit. Pakai bahasa Inggris pula.

What. Artinya apa. Mau nulis apa?. Jadi menulis itu harus jelas juntrungannya. Misalnya kalau mau nulis perjalanan ke kantor, ya tulislah tentang perjalanan ke kantor, jangan nulis perjalanan ke ruang angkasa.

Who. Siapa pelaku isi tulisan. Siapa peran utamanya, peran pembantunya. Kalau perjalan ke kantor itu, ya, pelaku orang yang sedang ke kantor, bukan pelaku jual beli transaksi saham, misalnya.

Why. Tulisan sebaiknya memberi jawaban atas pertanyaab kenapa begini, kenapa begitu.

Where. Dimana kejadiannya. Ini penting agar pembaca mempunyai bayangan tempat.

When. Kapan terjadinya suatu peristiwa. Waktunya harus disebutkan. Apakah zaman prasejarah, sebelum masehi atau saat ini.

How. Bagaimana keadaan itu terjadi. Prosesnya harus jelas supaya tidak membingungkan.

Wah, tips ini mengesalkan. Tips ini bisa membuat tulisan yang lengkap dan sempurna. Tapi tidak memberiku kemudahan dalam menulis. Aku harus googling “menulis mudah”. Yes ketemu. Ini linknya http://ekojalusantoso.com/?p=99. Berikut ini, tipsnya:
1. Membaca dan membaca. Hmm, ini mengingatkanku dengan perkataan seseorang yang kurang baik untuk ditulis. Membaca dan menulis itu seperti makan dan berak (buang air besar). Semakin banyak makan semakin sering berak. Nah loh, kok aneh. Artinya semakin banyak membaca semakin gampang menulis.

2. Mulai dari pengalaman diri. Cakep nih tips. It’s so simple. Apa susahnya menceritakn diri sendiri. Mungkin, aku tidak seperti Mark Zukenberg, Steve Jobs atau Waren Buffet yang jika menulis tentang dirinya mengandung banyak hikmah dan inspirasi. Tapi setidak bergunanya aku, aku yakin masih ada sisi positif yang bisa ditulis. Toh, perjalanan hidup lalat menjadi kupu telah ditulis berulang-ulang dalam ratusan bahasa dan jutaan penulis.

Awal menulis yang sederhan saja, demikian maksud dari mulai dari pengalaman sendiri. Sulit sekali jika kita menceritakan kehidupan pendiri pabrik pesawat Sukhoi karena memang tidal mengenalnya. Masa dengan diri sendiri, anda tidak kenal. Mulailah dengan menulis, misalnya, aku pergi ke kebun. Ini kan sudah menjadi tulisan sempurna. Ada subjek, predikat dan objek.

Mau lebih lengkap, tinggal ditambah kata keterangan waktu. Aku pergi ke kebun pada pagi hari. Semakin sempurna. Mau terlihat puitis, kita ubah menjadi, aku pergi ke kebun ketika sang surya mulai muncul di ufuk timur. Ini namanya memodifikasi kata keterangan. Kita juga bisa modifikasi subjek dan predikatnya dan letak subjek, predikat dan objek kita letakkan di tempat yang berbeda.

Sang surya mulai mengintip malu di ufuk timur yang berwarna keemasan, aku yang sedang dihinggapi rasa kegembiraan berjalan santai menuju kebun singkong yang siap untuk dipanen. Perasaan bahagia membuncah dalam dadaku karena harga singkong sedang bagus-bagusnya.

Itu namanya modifikasi kalimat dan jangan lupa, anda juga punya hak untuk berimajinasi. Padahal inti kalimatnya sederhana, aku pergi ke kebun. Tulisan menjadi panjang dan bertele-tele karena imajinasi turut bermain di dalamnya.

3. Mulailah dari hal kecil. Ini seperti nasihat aa Gym. Mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil, dari sekarang. Tips ini juga mudah. Ngapain nulis planet ruang angkasa yang belum terjamah, kan lebih mudah menulis kebiasaanku naik kereta yang tahu hal detailnya. Mulailah dari hal kecil. Yup, betul sekali. Karena keinginan menulis hal-hal besar yang masih di luar jangkauan sering menjadi dinding penghalang menulis hal-hal kecil yang sudah bisa dilakukan.

4. Temukan sudut pandang berbeda. Sudut pandang ternyata bisa membuat big impact. Kita semua mempunyai persepsi yang sama atas suatu hal namun karena dilihat dari sisi lainnya, kita bisa menulis sebanyak-banyaknya.

5. Menulis dengan hati. Istilah “dengan hati” sudah ada di semua bidang. Melayani dengan hati, ini moto bank Mandiri. One heart untuk Honda. Menyanyi dengan hati diperuntukan bagi penyanyi yang mampu menyanyi dengan sempurna. Kesempurnaan itu harus dengan hati, bukan karena paksaan tapi karena keinginan dan suara hati yang paling dalam. Demikian juga dengan menulis. Kesempurnaan menulis juga karena hati.

6. Koreksi kembali. Hmmm, kalau tips ini gw kurang setuju. Kalau dikoreksi bisa habis tulisan gw karena bisa membangkitkan keraguan. Kalau masalah koreksi, serahkan aja sama editor hehe….

—————————————–

Waktu terus berputar, monitor gw masih kosong😦


One response to “aku tidak bisa menulis – 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: