sticker


Jidat kuda, aku tempel sticker lambang telik sandi, satuan intel kerajaan yang sangat ditakuti. Tentu saja tidak akan ada orang yang berani denganku. Tidak cukup, bokong kuda aku tempel sticker lambang hulubalang kerajaan, siapa yang berani coba-coba dengan hulubalang. Pasti ga ada, kecuali panglima hulubalang.

Depan dan belakang sudah ditempel sticker. Pasti masih kurang, samping badan kuda, aku tempel corps anggota istana raja. Mantab, makin berwibawa nih kuda. Semua orang akan respect denganku dan kudaku. Aku perlu privilege dan sticker ini punya kekuatan untuk mewujudkannya.

Kuda juga perlu kalung, dan kalung yang cocok adalah kalung club geng kuda terbang, geng yang paling ditakuti. Pelana kuda juga dikasih warna seragam balaraja. Oh ya, hampir lupa, aku juga alumnus perguruan tapak geni, perguruan paling bonafide. Stickernya banyak, ada black jacket, alumnus tapak geni, ikatan tapak geni, himpunan tapak geni. Aku tempel semuanya. Alumnus tapak geni telah banyak bekerja di banyak tempat. Suatu ketika nanti, siapa tahu, sticker ini bisa menolongku.

Hmmm, masih ada ruang kosong yang belum aku tempel. Apa lagi ya?…ya. Ketemu nih, sticker persatuan melempar tombak. Aku ga bisa melempar tombak. Tapi sticker bisa membuat persepsi bahwa aku jago melempar tombak. Dan tentu saja orang akan segan denganku.

Ffiuhhh, selesai sudah. Kudaku sudah tertutup rapat sticker. Menempel sticker ternyata menguras energi juga. Perlu lem kuat, penempatan yang presisi dan seni. Saatnya aku istirahat, I was so tired. Waktunya tidur. By by my horse and good night, hoam.

—————————————————

Damn, sialan. Kenapa tubuhku penuh sticker. Beuh, kurang ajar nih kuda, kenapa sticker yang kemarin kutempel di kuda dipindah ke tubuhku. Badanku penuh sticker. Dan tubuh kuda menjadi bersih dari sticker, kalung dan simbol lainnya.

Mata kuda menatap tajam ke arahku kemudian ia berlari kencang dari hadapanku. Entah menuju mana. Kuda sialan.

————————————————–
“Aku berharap mendapat respect dan privilege dari apa yang kuperbuat untuk kebaikan yang kulakukan, bukan dari sticker sampah. Aku ingin menjadi diriku sendiri seutuhnya, tanpa sticker itu. Ketika aku baik, aku akan mendapat kebaikan dan ketika kusalah, aku akan mendapat hukuman. It’s fair. Mungkin Tuan lebih memerlukan sticker itu dibanding aku yang hanya seekor kuda.”
ttd

KUDA

Dasar kuda aneh, masa kuda menulis e-mail. Hmmm, ada e-mail berikutnya. “Bukan kuda yang aneh, tapi tulisan Tuan yang aneh”

ttd

KUDA

Asemmm, tentu saja, aku tidak sudi tubuhku ditempel sticker ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: