beda melapor dan membayar


SPT ada yang mengatakan singkatan dari Setoran Pajak Tahunan. Melapor SPT ada yang menyebutnya membayar pajak padahal SPT nya nihil. Kekeliruan ini diulang-ulang sehingga seolah menjadi suatu kebenaran. Mungkin, ini hal yang sepele, tapi ada baiknya, kita mengetahui apa itu SPT dan SSP, membayar dan melapor.

SPT merupakan kepanjangan dari Surat Pemberitahuan. Anda bisa mengkritisinya kenapa tidak disingkat menjadi SP atau SPt (dengan t bukan T). Saya tidak akan membahasnya karena dalam Undang-undang dan peraturan turunannya, penulisan Surat Pemberitahuan biasanya tidak disingkat. Penyingkatan Surat Pemberitahuan menjadi SPT terasa perlu dalam bahasa informal karena pengungkapan Surat Pemberitahuan terlalu panjang.

Dalam UU KUP pasal 1 angka 11, definisi SPT adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak dan/atau harta dan kewajiban. Dari definisi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa SPT tidaklah harus ada pembayaran pajaknya.

Di Amerika Serikat, SPT disebut tax return. Saya tidak mengerti kenapa disebut return, seolah-olah ada pengembalian pajak. Padahal pajak yang dikembalikan dikenal dengan tax refund.

Selain SPT, ada juga SSP (Surat Setoran Pajak). SSP adalah bukti pembayaran atau penyetoran pàjak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan menggunakan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk Menteri Keuangan (PER-38/PJ/2009 pasal 1).

Jika membayar pajak, SSP lah sarananya bukan SPT. SSP ini dibayarkan ke bank bukan kantor pajak. Jadi jika anda ke kantor pajak dan menyerahkan SPT anda tanpa ke bank dulu, anda melapor pajak bukan membayar pajak.

Anda dikatakan membayar pajak jika menggunakan SSP dan membayarnya di bank. Setelah bayar, anda melaporkannya ke kantor pajak. Kenapa harus melapor?, bukankah data pembayaran pajak ke bank juga nantinya dilaporkan ke kantor pajak juga. Bukankah ini adalah eranya online?. Pertanyaan kritis yang bagus.

Saat ini, untuk penyetoran pajak yang tidak ada perhitungan dasar pengenaan pajaknya tidak perlu lapor. Cukup dengan membayar saja ke bank. Pajak tersebut adalah PPh Pasal 25. Penghitungan PPh Pasal 25 hanya dilakukan sekali yaitu pada SPT Tahunan PPh kecuali untuk Wajib Pajak tertentu seperti BUMN dan lembaga perbankan.

Sebelum membayar pajak, sebenarnya ada proses yang namanya menghitung dan memperhitungkan. Proses menghitung ini begitu teknis dan tidak mungkin diurai di tulisan ini. Mengingat begitu teknis, pelaporan pajak hanya melaporkan kerangka dasar penghitungan seperti dasar pengenaan pajak, jumlàh penérima penghasilan, dan tarif pajak. Inilah yang menyebabkan setelah bayar pajak harus lapor.

Sesuai dengan perkembangan teknologi, sangat dimungkinkan Wajib Pajak tidak perlu lapor ke kantor pajak. Saat ini baru formulir SPT Tahunan 1770 S dan 1770 SS untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang hanya menerima penghasilan dari satu atau lebih yang dapat melapor secara online atau dikenal dengan e-filling.

Mengingat jenis pajak bermacam-macam dan ada masa pajak , maka ada istilah Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS). Contoh KAP 411121 untuk PPh Pasal 21, 411122 untuk PPh Pasal 22. Contoh KJS 100 untuk setoran masa, 200 untuk setoran tahunan, 300 untuk setoran atas pembayaran Surat Tagihan Pajak (STP).

Lalu, jika tidak bersentuhan dengan SSP, apakah bisa dikatakan tidak membayar pajak?. Ya sederhananya ya, mungkin, anda hanya free rider di negara ini. Tapi tunggu dulu. Meskipun tidak membayar pajak ke bank, ada kemungkinan pajak anda dipungut pihak ketiga. Inilah yang dinamakan dengan withholding tax. Withholding tax menjadikan pajak menjadi lebih efisien sehingga seorang karyawan tidak perlu repot ke bank untuk bayar pajak. Withholding tax juga sesuai dengan azas pemungutan pajak, pay as you earn. Berapa kontribusi anda untuk negara ini, jika penghasilan anda semata-mata dari satu pemberi kerja, lihatlah pada jumlah PPh yang telah dipotong pada formulir 1721 A1 atau A2.


3 responses to “beda melapor dan membayar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: