redefinisi menilai


Ketika SD, nilai terbaik adalah 10 dan terburuk 0. Yang agak sadis, ketika penilaian dituangkañ dalam raport, nilai 5 kebawah ditulis dengan tinta merah (sebuah simbol kemarahan) .
Ketika SLT P dan SLTA, nilai terbaik 100 sedangkan terburuk 0. Ketika kuliah, nilai terbaik adalah A, terburuk E, namun nilai berbentuk angka belum sepenuhnya hilang sehingga ada + dan – seperti A+ dan A- karena masih berdasar sekala 1 sampai dengan 100 meskipun telah dikonversi, dimana sekala tertinggi menjadi 4.

Anak saya yang pertama, Retha ketika kursus bahasa Inggris mendapatkan penilaian denga kata seperti good, very good, excellent. Anak kedua yang sedang sekolah di playgroup mendapat penilain dengan jumlah bintang. Kalau bagus mendapat bintang empat, kalau kurang bagus mendapat bintang tiga.

Untuk terus meningkatkan jenjang yang lebih baik. Penilaian memang diperlukan. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar penilaian tersebut tidak melukai orang yang dinilai.


One response to “redefinisi menilai

  • slamet r

    Sering orang tua dan akhirnya terbawa ke psikologis anak, bahwa nilai adalah tujuan akhir. Padahal seharusnya nilai is nilai, sebuah angka atau apapun itu yg menggambarkan kemampuan sebenarnya, bukan sebuah hasil yg kadang harus melalui rekayasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: