fly over khusus sepeda


Sepeda tidak mempunyai tempat di jalan. Sepeda kalah segala-galanya jika diadu dengan mobil atau motor dalam speed dan body. Sepeda mempunyai posisi yang lemah dalam kebijakan lalu lintas kita. Sepeda hanya mempunyai tempat ketika ada acara seremonial dan car free day. Sepeda masih sulit digunakan untuk kegiatan fungsional seperti untuk pergi bekerja, sekolah dan kegiatan lainnya. Indah sekali, jika mengenang masa lalu, anak ke ke sekolah menggunakan sepeda BMX, ibu-ibu belanja ke pasar menggunakan sepeda mini, dimana keranjang sepedanya membawa belanjaan, sepeda ontel pak tani perlahan namun pasti membawa 2 keranjang besar gabah. Ketinggalan zaman, tapi that’s really beatifull.

Sepeda, perlahan namun pasti, terus mencari posisi. Ada gerakan bike to work, beberapa klub sepeda bermuculan. Kelas menengah membawa sepeda di mobilnya dan membawanya ke track bersepeda. Refreshing dan olahraga. Ada lagi JPG, Jalur Pipa Gas, track bersepeda yang telah diketahui banyak orang. Iringan sepeda sudah umum pada hari Sabtu dan Minggu.

Petinggi pernah menandatangani prasasti jalur khusus sepeda. Sangat bagus untuk pencitraan. Melakukan marketing, seolah-olah ia peduli lingkungan. Beberapa hari kemudian, jalur itu hilang ditiup angin. Who care?. Praktik sehari-hari, motor dan mobil tetap sebagai the best stuff membawa orang. Jalur sepeda beradu dengan jalur motor dan mobil. Tak perlu berfikir, untuk menebak siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Jangan pernah berharap, petinggi naik sepeda ke kantor, petinggi simbol kekuasaan, naik sepeda akan terlihat menurunkan level of power, tidak berwibawa. Petinggi akan naik mobil mewah dengan dengan 2 motor berukuran maha besar meliuk-liuk di jalanan dan jangan pernah berkeinginan untuk menghalanginya. Anda bisa menudingnya sebagai arogansi kekuasaan. Tidak teman, ada rapat penting untuk rakyat. Rakyat yang mana?. Kata rakyat merupakan komoditas yang paling laku untuk devoloped country. Petinggi akan lebih terlihat seksi berbicara rakyat daripada membuat jalan khusus sepeda.

Jalan khusus sepada itu masalah kecil, masih banyak urusan rakyat lainnya yang harus kita fikirkan. Absurd, di awang-awang. Untuk apa membicarakan jalan khusus sepeda, toh jalan raya yang sudah ada pun masih perlu pemikiran.

Pintu fikiran kita telah dikunci, bahwa jalan sepeda itu belum perlu. Ketika satu pintu dikunci, pintu terbuka lainnya sering terlupakan. Kita terlalu takut akan imajinasi, gengsi untuk terlihat bodoh. Semakin sedikit anda berimajinasi, berfikir dan bertindak, resiko kebodohan anda tidak akan terlihat, of course, anda tidak akan melakukan kesalahan. Sebaliknya, jika anda banyak berimajinasi dan berani melakukan hal baru. Bersiaplah untuk dikatakan orang aneh.

“Saya mempunyai ide membuat jalan fly over khusus sepeda, jalan itu berada diatas jalan raya, jadi tidak menggusur tanah baru dan tidak mengganggu pengguna jalan lain”

“Gila lu ya, mau buat fly over khusus sepeda, jalan yang ada aja banyak yang rusak, lalu gimana kalau ada tiang listrik, kabel telepon, dananya darimana”

“Masalah tiang listrik dan kabel, serahkan aja sama ahli konstruksi, lagian bobot sepeda berapa sih?. Dananya sih kita patungan aja deh, pemerintah mau kasih berapa, sponsor pasti mau berdatangan tuh, kalau mereka dikasih slot iklan. Sponsor yang mendukung flyover sepeda ini nantinya akan punya brand peduli lingkungan

“Ngaco luh, siapa yang mau jadi operator yang memelihara atau memanage flyover sepeda”

“Makanya, kita harus buat proposal, lalu kita tenderin, siapa yang mau jadi sponsor dan operator”

“Proposal???, gimana caranya, kita kan biasanya kalau membuat proposal hanya untuk mencari sumbangan”

Kita???, elu kali, gw kagak. Ini prosfek bro, parpol juga kita undang, kan butuh citra sebagai peduli lingkungan, bike to work sih pasti. Ini 100%win win solution ga ada yang dirugikan. Yang dirugikan tuh paling penjual bensin”

“Lu ini suka ngegampangin, biaya membuat flyover khusus sepeda itu berapa?, jalur dari mana kemana?, lagian siaya yang mau jadi operator, swasta atau pemerintah, berapa break even pointnya”

“Kalau masalah biaya, kita tanya teman kita yang lulusan teknik sipil, pertama, kita coba aja jalur flyover sepeda dari kantor walikota Tangerang Selatan terminal ke Lebak Bulus dan dari kantor walikota ke Stasiun Sudimara. Kalau biaya sudah ketemu, kan kita bisa cari marginnya. Kita cari dah pendapatannya, bisa dari iklan, di flyover, kartu keanggotaan pengguna dan subsidi coy. Gila aja, masa BBM disubsidi, jalan flyover khusus sepeda yang pro lingkungan dan penghematan biaya transpotasi serta olahraga sepeda yang menyehatkan tidak disubsidi.”

“Ahhh, udah…ah, gw ngantuk, besok mau final test”

“Jiahhhhhhhh”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: