biarlah


Biarlah, si gembala kerbau mengatakan bajuku jelek, bukankah ia tidak mengerti baju yang bagus. Setahu aku yang mengerti baju itu penjahit.

Biarlah, si kusir delman mengatakan rambut saya jelek, bukankah ia hanya mengerti kuda dan pedati. Setahu aku yang mengerti rambut itu tukang cukur.

Biarlah, anda mengatakan mukaku buruk rupa. Aku tidak akan mengatakan bahwa banyak yang jauh lebih buruk dari mukaku. Apalagi mengatakan bahwa mengatakan mukamu lebih jelek dari aku.

Biarlah anda mengatakan perutku gendut, aku tidak akan mengatakan banyak yang lebih gendut dari perutku.

Aku bukan batu yang hanya berdiam diri. Tapi aku tidak punya waktu untuk berbicara hal bodoh ini.

Tugasku hanya mengukir batu untuk sang raja. Ukiranku memang belum sempurna. Jadi silahkan anda menabur racun kebencian kepada jelata. Toh yang mengerti ukiran batu kebanyakan orang pintar yang pasti tidak sudi minum racun kebencian. Sedih sekali jika ada jelata yang minum racun. Datanglah ke rumah ukir batu aku. Aku akan menyediakan minuman penawarnya.

Jika ada tukang batu aku, yang kurang baik, tegurlah ia. Katakan dengan tegas, mengukir batu itu perlu keikhlasan. Tukang batu yang ada di rumah ukir kami adalah manusia, bukan titisan dewa bukan pula jelmaan siluman. Mereka tidak mau berkomentar hal lain kecuali mengukir batu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: