karakteristik PPN


1. Pajak atas konsumsi dalam negeri. PPN dikenakan atas konsumsi bukan atas penghasilan. Jadi jika anda mempunyai penghasilan sebesar 10 juta dan konsumsi anda 8 juta, maka PPN hanya dikenakan atas 8 juta. Jika anda tidak melakukan konsumsi maka tidak ada PPN yang dibayar.

2. Pajak tidak langsung. Yang membayar PPN adalah pembeli tetapi dibayarkan lewat penjual. Ketika anda membeli barang, anda juga membayar PPN nya kepada penjual. Penjual melakukan penghitungan PPN dan membayar PPN ke bank.

3. Dikenakan bertahap (multistage) dengan metode PK-PM. PPN ditujukan kepada end user. Pabrikan, distributor sebenarnya tidak membayar PPN, Yang membayar adalah end user. Pabrikan dan distributor membayar PPN karena merupakan chain dalam mekanisme PK-PM.

4. Pajak objektif. Yang dikenakan PPN adalah objeknya berupa barang dan jasa. Sedangkan subjeknya tidak dikenakan. Karena itulah, pengenaan PPN dianggap tidak adil karena tidak melihat subjeknya, apakah layak atau tidak membayar pajak.

5. Tidak menimbulkan pajak berganda. Dengan mekanisme PM-PK maka tidak ada pengenaan pajak berganda, PKP hanya membayar sebesar selisih PK dan PM dikali tarif PPN.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: