merokok ke pertengkaran


sat-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian.
__________________________

Planning dan preparing merupakan tools untuk mengurangi resiko ketidakpastian.
_________________________

Saya pulang kerja pukul 17.00. Jadwal kereta api di stasiun tanah abang yang dekat dengan waktu tersebut adalah 17.10, 17.45, (18.10), 18.45. Yang dikasih kurung merupakan kereta ekonomi. Diantara jadwal kereta tersebut terdapat jadwal sisipan yaitu 17.19. Jadwal sisipan terkadang molor sampai 17.20 bahkan pernah sampai 17.30.

Umumnya, waktu tempuh dari kantor dengan menyebrang jalan, naik kopaja 502 (trayek Tanah Abang – Kampung Melayu) dan jalan kaki ke tempat penjual karcis sekitar 25 menit. Jadi saya bisa mengejar kereta dengan jadwal keberangkatan 17.19 (dengan harapan dan memang sering molor sampai 17.20an). Beberapa kali terjadi ketika saya sampai stasiun, kereta sudah berangkat.

Untuk memangkas waktu mengantri beli karcis, saya bisa tidak membeli karcis pada sore hari, tapi membelinya pada pagi hari sewaktu perjalanan menuju kantor. Dengan demikian menghemat waktu dan kemungkinan naik kereta sisipan lebih besar. Inilah yang dinamakan planning dan preparing.

Beberapa hari lalu, terjadi hal yang tidak diduga, tiba-tiba ada meeting yang berakhir pukul 17.25. Ah, bagaimana ini, ternyata hidup memang tidak berada dalam kepastian absolut.

Kereta sisipan ga mungkin. Terpaksa membuat planning baru, mengejar kereta 17.45. Perlu sedikit keajaiban. Dan jika tidak terkejar juga, naik KRL ekonomi pukul 16.10. Meskipun ragu, apakah tiket commuter line yang sudah dibeli di pagi hari bisa ditukar dengan KRL ekonomi.

Ketika sampai depan Balai Kota di Jalan Merdeka Selatan, saya bbm teman dan mendapat informasi, kereta masih ngetem (emangnya bis kota). Alhamdulillah. Namun dengan 17.40 di depan balai kota, rasanya mustahil untuk mengejar kereta. Benar saja, ketika nyampe pertigaan jalan Jatibaru dan Jalan KH. Mas Mansyur, mobil terjebak macet, bbm teman menginformasikan kereta 17.45 sudah jalan. Pasrah….

Plan 2. Target direvisi, naik kereta ekonomi pukul 18.10. Alhamdulillah nyampe stasiun pukul 18.00. Ticket comline Rp 6.000 dapat diminta kembali dan membeli kereta ekonomi Rp 1.500.
_________________________________

Ketika marah, diamlah atau ketika marah berwudhulah.
________________________________

KRL ekonomi merupakan kereta dengan penuh kanekaragaman dan kemajemukan. Pernuh warna, penuh rasa, penuh aroma dan hal lainnya. Berbeda dengan penumpang kereta comline yang hampir homogen.

Saat itu kereta begitu sesak dan mungkin ini merpakan salah satu hal yang juga memberi andil timbulnya bibit kekesalan, kemarahan dan pertengkaran.

——————————————————
Seorang anak muda yang sedang merokok ditemani isterinya dipintu gerbong kereta ikut berjejalan, sementara dibelakang anak muda ini puluhan, mungkin ratusan manusia berdiri dengan muka kelelahan dan raut muka yang sudah penat.
————————————————-

“Mas, jangan merokok di kereta dong”, tegur seorang bapak, seorang pria separuh baya.
“Bapak jangan dekat pintu dong, saya kan merokoknya di pintu, bukan didalam kereta” jawab anak muda.
“Tapi asap rokoknya ke muka saya” gerutu bapak ini.
“Ya udah Bapak ke dalam gerbong aja supaya tidak kena asap rokok” jawab anak muda ini santai.
“Kereta sudah penuh, mana bisa saya kedalam, matiin aja rokoknya saya sudah ga kuat dengan asap rokok”. Sepertinya tensi sudah mulai naik.
“Enak aja”. Mata anak muda ini pun mulai melotot dan terjadilah kontak mata. Tatapan mata anak muda ini tajam. Darah mudanya berdesir, adrenalin nya mengalir deras, jiwa mudanya bergolak panas.
“Bapak mau apa?!!!”Tantang anak muda ini
“Saya hanya ingin tidak asap rokok kemuka saya…”, jawab bapak ini tegas.
Muka anak muda ini merah, menatap tajam bapak ini dan sesekali menengok isterinya.
“Sudah Mas, matiin aja rokoknya, ga enak sama orang, jangan berkelahi, kayak anak kecil saja” isterinya mencoba menenangkan suami yang sedang terbakar emosi.
“Ga bisa, orang ini harus diberi pelajaran, seenak aja memerintah, emangnya ini kereta nenek moyangnya” api emosi anak muda ini sudah berkobar-kobar.
“Sudah Pak, jauhin aja, kemari Pak” beberapa penumpang mencoba melerai. Tapi papak ini tidak beranjak sedikitpun.
“Sekarang bapak menjauh aja deh dari sini. Bapak jangan dekati isteri gue. Seru anak muda menahan napas dan mencoba bersikap cuek.
“Ya…ampuuunnn, ngapain gw harus dekat sama bini lu, ngapain juga gw mau sama yang kayak gini. Yang kayak gini mah di kampung gw ga keitung” beuh ini ibarat api yang sudah mencium bau bensin.
“Bapak jangan menghina isteri gue” anak ini berteriak seperti mau berperang.
Persoalan sudah melebar dan jauh kemana-mana dari substansi awal. Kalo anda marah berwudlulah. Mungkin api ini akan padam, tapi api ini sudah disiram bensin dan meledak.
“Gw ga menghina, memang begitu adanya”. Wuiihhh, bapak ini memang kompor
“Lu boleh menghina gw tapi lu jangan menghina isteri gw” anak muda ini sudah on fire dan ready for fight.
hupp, isteri anak muda ini membekap mulut suaminya. “Sudahlah, Mas, jangan berantem. Bahaya di kereta”.
“Heh…lu pikir gw takut, turun dari kereta, kita berkelahi di luar”. Wah bapak ini ternyata masih punya nyali.
Untunglah, beberapa penumpang berhasil menarik bapak ini menjauh dari pemuda, sehingga perkelahian tidak terjadi.
“Heh, gw tunggu ya di stasiun”, anak muda ini terus berteriak.

Di stasiun Kebayoran Lama, penumpag berteriak memanggil satpam, tapi si anak muda ini sudah loncat mencari bapak tadi.

Selanjutnya, entahlah, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan 2 manusia tadi. Yang jelas ga ada yang menang, sebaiknya kita harus belajar untuk draw-draw solution, bukan win win solution memang, tapi lebih baik daripada lose lose solution.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: