UU PPh dan Perpajakan Internasioanl


1. Subjek Pajak:
a. pasal 2 ayat 2, 3, 4, 5 (ruang lingkup subjek pajak)
b. Pasal 2A ayat 3, 4 (mengatur saat dimulai dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif)
c. Pasal 3 (mengatur bukan subjek pajak)

2. Objek pajak:
a. Pasal 4 (ruang lingkup penghasilan)
b. Pasal 5 (bentuk usaha tetap)
c. Pasal 26 (PPh WP luar negeri)

3. Penghitungan Pajak:
a. Pasal 16 ayat 1, 3 (penghitungan penghasilan kena pajak)
b. Pasal 17 ayat 1, 2 (tarif PPh)

4. Eliminasi pajak berganda
a. Pasal 24 (kredit pajak luar negeri)

5. Anti tax avoidance
a. Pasal 18 ayat 1: Debt to Equity Ratio (DER)
b. Pasal 18 ayat 2: Control Foreign Corporation (CFC)
c. Pasal 18 ayat 3: Transfer Pricing
d. Pasal 18 ayat 3a: Advance Pricing Agreement
d. Pasal 18 ayat 3b, 3c, 3d: Anti Stepping Stone
e. Pasal 18 ayat 4: Hubungan istimewa

6. P3B atau tax treaty
a. pasal 32A (P3B, menegaskan adanya lex spesialis untuk pemajakan untuk masing-masing negara)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: