1…


Lili: “kenapa kita harus membatasi barang dan jasa (komoditas) masuk ke negara kita dengan regulasi yang berbelit-belit?, biarlah market yang bicara untuk membatasi komoditas tersebut. Jika market tidak mau, komoditas tersebut dengan sendirinya akan berhenti. Dengan alasan pembatasan dan untuk melindungi pengusaha dalam negeri, regulasi ini pada akhirnya hanya menguntungkan pihak yang diberi kewenangan melakukan impor dengan kuota terbatas”

Kokom: “market kita sangat besar, kita tidak boleh hanya menjadi objek kapitalisme, dengan membiarkan barang asing merajarela di dalam negeri sama artinya kita membiarkan pembunuhan pengusaha dan pekerjanya. Kita harus melindungi industri dalam negeri”

Lili: “oh, Come on man, lihatlah fakta. Carrefour, wall mart, makro masuk ke negara kita, apakah pengusaha retail kelaparan. Yang ada, Indomaret, Alfamart merajarela. Tiptop setelah Carrefour membuka banyak cabang malah semakin kuat”. SPBU Pertamina malah makin kinclong setelah Petronas, Shell, Total masuk. Sekarang, Makro sudah hilang, Petronas banyak yang tutup. Ini kan karena market yang fair. Anda harus memahami market mechanism merupakan sebuah hukum produk Tuhan yang tidak bisa dilawan”

Kokom: “So, bagaimana dengan krisis Eropa, defisit gila-gilan Amerika Serikat?. Apakah kita tidak belajar dari kenyataan, bahwa liberalisme telah gagal. Bukankah, hanya keledai yang tidak belajar dari kesalahan. Anda harus punya empati, pabrik textil yang padat karya akan segera tutup jika textil China merajarela di Tanah Abang”

Lili: ” gw ga mau bica liberal atau komunis, Man. Gw bicara akal sehat, ilmu ekonomi, science, Bro. Market itu akan bergerak liar dan menggilas pecundang. Tapi pengusaha perkasa akan tumbuh meraksasa, yang abal-abal masuk kotak. Tugas kita bukan menghambat yang tumbuh tapi membantu menumbuhkan yang tidak tumbuh. Telur bagus kita simpan, telur busuk jangan dirawat, high cost, not valuable, buang saja”

Kokom: “Kaki anda tidak berpijak ke tanah, cobalah lihat, petani padi, petani tebu. Apakah kita mau membiarkan lahan pertanian dan perkebunan nganggur karena petani kita hopeless dengan price expectation yang tidak sesuai dengan cost menanam”

Lili: “Anda berbicara seperti petani, ketahuilah teman, petani lebih pintar dari anda yang cuma teori. Biarlah petani yang menentukan. Apakah harus menanam atau tidak”

Kokom: “hmmm, lalu kenapa negara maju memberikan subsidi kepada petani dan kita membiarkan mereka menjual produk pertanian yang disubsidi tersebut di negara kita. It’s not fair”

Lili: “semua pemerintah di negara manapun menginginkan rakyatnya sejahtera. Sekarang apa bentuk subsidi negara maju terhadap petani?, anda tidak tahu kan?. Come on, Man, buatlah jalan yang bagus supaya petani bisa menjual hasil panennya, berilah akses transpotasi, kendaraan China juga ga apa-apa. Ga usah dibahas menjadi pertanyaan, apakah ini bentuk subsidi atau bukan. Make it real, KISS (Keep It Simple Stupid). Kita berfikir sederhana saja, Pemikiran anda terlalu berputar-putar”

Kokom: “gw bukan anti impor, tapi harus diregulate, perlu keseimbangan kapan harus impor, kapan tidak. Kita harus lihat supply di dalam negeri”

Panca :”gw ikut nimbrung, semua hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara. Demikian juga barang impor, jika menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara”.

Lili: “beuh.., absurd, anda layak jadi pelukis abstrak, yang menguasai hajat hidup orang banyak itu apa?, negara itu siapa?. Telekomunikasi itu hajat hidup orang banyak, dulu, hanya Telkom yang mewakili negara, service nya anda tahu. Sekarang free market, low price but better service”, airline sekarang better setelah open sky. Lalu negara itu diwakili siapa, BUMN?, come Man, lu lihat sendiri, gimana kerja BUMN?, yang bagus banyak, yang jelek juga banyak. Goverment itu di regulasi bukan di korporasi”

Kokom: “ok, sekarang langsung bicara contoh nyata, musim panen telah tiba dan petani layak bahagia karena harga sedang tinggi, lalu apakah anda punya perasaan dan empati jika impor hasil produk pertanian dibuka dan menghapus derai tawa petani karena jika impor dibuka harga akan turun karena price akan terkerek kebawah jika supply bertambah”

( Bersambung)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: