sudah ada posnya


“Ga ada seribuannya, Pak”, si mba ini berkata cuek, tanpa ekspresi menyesal.
“Maksud Mba, ga ada kembaliannya”, saya minta penjelasan.
“Iya, Pak”. Datar, dan menganggapnya hal yang semestinya dimaklumi. Lagipula hanya uang dengan nominal Rp 1.000, ga mungkinlah diributkan.
“Waduh, mba, uang Rp 1.000 itu untuk tips yang bantuin mengeluarkan motor dari deretan motor yang padat”. Jadi semestinya, dan sudah kebiasaan yang dapat diterima umum untuk memberi tips.
“Enggak ada Pak, sedikit melengos dan ada nada kekesalan”

Aneh, harusnya gw yang kecewa dan complain. Tapi meributkan uang Rp 1.000 sangat tidak lucu. “Ya, sudahlah”. Hanya, hari itu saya bersedih, tidak bisa memberi tips untuk orang yang mengeluarkan motor dari deretan motor di stasiun. Itu saja. Semua sudah ada posnya. Pos pengeluaran untu pembayaran tips direvisi karena tidak adanya pengembalian.

Seharusnya, saya mencari recehan. Tapi kekesalan terkadang membuat saya melakukan hal yang tidak semestinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: