sahabat


Sahabat bukan sebuh kata yang perlu definisi, tidak perlu klasifikasi dengan friend, kawan, teman say hallo, best friend, teman biasa dan sebutan lainnya. Dunia ini begitu indah, biarlah keindahan dunia yang berbicara keindahan sahabat tanpa intervensi unsur rasional yang melulu berbicara definisi, klasifikasi, time line atau unsur-unsur lainnya.

Sahabat bukanlah sebuah akta, bukan perjanjian tertulis, tidak perlu ada tanggal jadian, bukan pula masalah lama perjumpaan. Sahabat adalah chemistry dari feel, share dan miss, juga keikhlasan.

Kenyaman berinterkasi, saling berbagi, rasa rindu untuk berjumpa pasti akan ada dalam diri kita ketika sahabat tidak ada disamping kita namun kita juga ikhlas membiarkan sahabat pergi karena keyakinan itulah yang terbaik.

Dulu, seorang berkirim surat, kemudian surat berbalas surat, timbulah istilah sahabat pena. Sekarang anda comment di posting seseorang di social network. Comment berbalas comment. Tiba-tiba anda merasa ia begitu dekat, dan menganggapnya sahabat.

Seseorang didunia yang tidak terlihat, kita begitu murah hati menggapnya sahabat pena dan sahabat online. Namun, terkadang kita begitu kikir untuk memberi predikat sahabat kepada saudara, teman kerja, teman sekolah, tetangga yang jelas terlihat di depan mata kita. Dengan begitu angkuhnya, mendefinisikan dan mengklasifikan bahkan meng”hanya”kan. Hanya teman biasa, teman say hallo, hanya lainnya.

Kita perlu waspada kepada orang yang tiba-tiba sok kenal sok dekat (SKSD), hati-hati dengan dengan ada udang di balik batu, tapi bukankah hati kita mempunyai ruang yang begitu luas dan lapang bagi sahabat.

Lihatlah anak-anak. Mereka bermain dengan tanpa melihat status. Keinginan berteman merupakan fitrah alami. Ketika tumbuh dewasa, mereka diajarkan kemandirian. Kemandirian yang dicampur dengan sedikit saja kesombongan terkadang menjadi penyebab keengganan berteman. Tapi semesta tercipta dalam sebuah sistem yang kompleks. Semesta telah diciptakan dalam sebuah hubungan yang penuh keterikatan. Tidak ada orang yang sukses sendirian karena alam memang tidak mengizinkan. Kesuksesan dibuat dalam dalam sebuah hubungan, kita menyebutnya sebagai sebuah team.

Ketika dunia semakin mengecil dimana anda dapat berhubungan secara real time dan bersahabat dengan orang dalam radius ribuan kilometer, tanpa sadar, anda semakin menjauh dari tetangga samping rumah. Dulu, sahabat dijalin dalam sebuah kedekatan fisik dan kepentinan. Perlahan namun pasti, ia akan dijalin oleh hobby dan passion.

Sahabat untuk selamanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: