karcis kereta yang berlubang


Mungkin, Ini merupakan internal control, atau bagian dari sistem pengendalian manajemen, ataukah sebuah sistem akuntansi, entahlah. Aktifitas ini sudah berlangsung lebih dari 3 dekade, jangan-jangan sebelum anda lahir. Ketika anda naik kereta, khususnya kereta listrik, anda akan diminta menunjukan karcis dan tanpa ampun karcis kereta anda akan dibuat lobang. Jekrek….jekrek, 2 kali. Kenapa pula harus 2 kali, kalau sekali mungkin masih ragu.

Setelah karcis anda berlubang, pastinya anda tidak bisa menggunakan lagi karena used. Sebuah teknik jitu karena menutup pintu selamanya bagi orang yang ingin berbuat curang.

Lapangan kerja menjadi terbuka bagi orang yang senang melubangi kertas. Saya tidak tahu, apa nama petugas yang melubagi karcis ini, tapi pada baju yang dipakainya, ada tulisan “sentinal guard”. Petugas ini akan menyisir penumpang, “permisi… Permisi, karcis…karcis…” Dan anda pun tidak akan berdaya melihat karcis dibuatkan lubang. Setelah petugas lewat, kertas kecil berbentuk lingkaran pun bertebaran, hasil kreasi petugas pelobang kertas. Jadi akan muncul lagi lapangan kerja bagi cleaning service untuk membersihkan kereta dari kertas karcis.

Kita bisa melihat hal dari berbagai angle, kacamata dan sudut pandang yang berbeda, bahkan mindset yang beraneka ragam. Jika kita terbiasa, maka akan terasa nyaman dan tidak sedikitpun merasa ada keganjilan. Ketika kita terbiasa, sejak dari kecil, karcis kereta dibuatkan lobang. Tindakan ini merupakan hal yang biasa, tanpa kita sadari, cucu kita nanti pasti akan protes, jika pohon yang disedikan untuk berteduk malah ditebang untuk dibuatkan karcis dari kertas.

Saat ini, kita hidup dalam dunia yang serba chip. Saya tidak tahu, apa sebutannya, kepingan magnetik kah, entahlah, saya sebut chip saja. ATM anda ada chipnya, kartu member pun ada chipnya, sesaat lagi KTP kita akan dibenamkan chip. Bagi yang terbiasa naik busway, anda bisa berlangganan sehingga ketika mau naik busway, anda tidak perlu lagi ke kasir, cukup menempelkan kartu dan pintu pun terbuka. Bayar tol pun sekarang sudah pake kartu.

Setiap teknologi pasti ada costnya. Tidak bijak jika segala sesuatu harus menggunakan teknologi tanpa ada studi kelayakan dulu, harus dihitung dulu cost and benefitnya. Kita tentu pernah mendengar istilah teknologi tepat guna.

Apakah, kartu chip sudah bisa menggantikan karcis kertas, jika dibandingkan dengan busway dan kartu tol, semestinya bisa. Tapi tentu saja, pihak kereta api lah yang bisa menjawab dengan tepat. Yang jelas, karcis berbentuk kertas telah membuat kotor kereta dan stasiun. Terkadang kertas karcis juga, mau-maunya masuk ke mesin cuci.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: