faktur pajak tepat waktu


“Mas, apakah faktur pajak yang nomornya loncat, dikenai sanksi administrasi sebesar 2%”. Ah… Lagi2 faktur pajak, lagi-lagi sanksi. Beginilah jadinya, kalau hal-hal administrasi diatur dalam undang-undang.

Sebenarnya ini pertanyaan lama dan saya pun belum menemukan jawaban yang pasti dan memuaskan, lagi pula, rasanya lebih enak untuk menulis hal-hal sederhana disekitar kita dengan bebas tanpa ada keharusan melihat dulu aturan yang diisi oleh deretan pasal yang kaku dan rigid.

Namun pertanyaan membuat otak terasa bergerak dinamis, pertanyaan diatas menjadikan saya kembali membuka beberapa aturan tentang faktur pajak. Anda bisa mempelajari faktur pajak di undang-undang PPN pasal 13 ayat 5 dan di UU KUP pasal 14 ayat 1, Peraturan yang lebih detail ada di 38/PMK.03/2010, 13/PJ/2010 stdd 65/PJ/2010. Tentu saja masih banyak aturan lainnya tentang faktur pajak tapi sudahlah peraturan segitu saja sudah malas membacanya. Saya tulis yang saya baca saja.

Tentu saja, enggak asyik banget baca peraturan tersebut dibanding dengan membaca novel atau buku naked traveler. Jika anda malas membaca aturan tersebut, mari kita sedikit demi sedikit mengetahui faktur pajak.

Faktur pajak adalah bukti pungutan PPN yang dibuat PKP yang melakukan penyerahan BKP / JKP. Sederhana sekali, tapi kata2 ini berisi kata yang sangat material. Pertama, bukti pungutan PPN. Jadi faktur ini merupakan bukti, so kalo ga ada bukti, maka penjual dianggap tidak melakukan kewajiban memungut PPN, dan bagi pembeli, karena tidak ada bukti maka tidak bisa mengkreditkan pajak masukan.

Kedua, dibuat oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak), jadi kalau ada pihak yang membuat atau menerbitkan faktur pajak maka faktur pajak tersebut tidak diakui karena hanya PKP lah yang berwenang membuat faktur pajak.

Ketiga, melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP). Jadi faktur pajak ada karena ada transaksi yang real alias bukan fiktif. Tentu anda bertanya, ngapain membuat faktur pajak fiktif, apa gunanya?. Faktur pajak (bagi pembeli) merupakan pengurang PPN yang harus dibayar. Jadi faktur pajak fiktif merugikan keuangan negara.

Kembali ke sanksi, sanksi tentang faktur pajak diatur dalam UU KUP pasal 14, tidak main-main, sanksinya 2% dari dasar pengenaan pajak (DPP). Sanksi ini dikenakan kepada:
1. Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP membuat faktur pajak (FP)
2. Pengusaha yang membuat FP tidak tepat waktu
3. PKP yang tidak mengisi FP secara lengkap
4. PKP yang melaporkan FP tidak sesuai masa penerbitan FP.

Selanjutnya kita bicara FP tepat waktu dan FP lengkap. FP tepat waktu diatur dalam UU PPN pasal 13 ayat 1a, dimana faktur pajak harus dibuat:
1. Saat penyerahan BKP / JKP
2. Penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan terjadi sebelum penyerahan BKP / JKP
3. Saat penerimaan pembayaran termin dalam hal terjadi penyerahan sebagian tahap pekerjaan
4. Saat lain yang diatur dengan keputusan menteri keuangan.

Sedangkan yang dimaksuda dengan faktur pajak yang diisi lengkap adalah faktur pajak yang memenuhi ketentuan pasal 13 ayat 5. Intinya, faktur pajak harus mencantumkan sebagai berikut:
1. Identitas penjual dan pembeli berupa nama, NPWP, dan alamat
2. Identias barang berupa jenis, harga, dan jumlah discount
3. PPN dan PPn BM yang dipungut. Yang namanya faktur pajak maka yang diceritakan adalah PPN dan PPn BM bukan jenis pajak lain
4. Nomor dan tanggal FP. Tentu saja, FP harus ada nomornya, dokumen apapun pasti ada nomornya. Yang dimaksud nomor FP disini adalah kode, nomor seri.
5. Nama dan tanda tangan. Kita masih berada dalam dunia yang belum paperless, jadi nama dan tanda tangan masih dibutuhkan.

Kembali ke pertanyaan, apakah nomor loncat dikenakan sanksi. Jawabannya ada di uraian diatas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: