Aturan Pencatatan, Anggapan dan Teori


Selama ini, saya menganggap bahwa pencatatan dilakukan dengan hanya mencatat omset atau peredaran usaha atau peredaran bruto. Anggapan ini berdasarkan dari pola fikir berikut. Pertama, Bagi WP OP yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas yang tidak menyelenggarakan pembukuan harus melampirkan rekapitulasi peredaran bruto ketika WP OP melaporkan SPT Tahunan PPh OP. Kedua, Penghitungan penghasilan neto untuk WP OP yang mejalankan usaha atau pekerjaaan bebas hanya berdasarkan persentase norma dikali peredaran usaha. Ketiga, kebiasaan yang ada di lapangan, Bentuk rekapitulasi peredaran bruto tidak diatur secara tegas dan umumnya bentuk rekapitulasi peredaran bruto tersebut terdiri dari kolom Nomor, bulan, Jumlah peredaran usaha (Rp) dan keterangan.

Setelah membaca PER-4/PJ/2009, anggapan ini ternyata perlu diluruskan.  Kita bisa mengelompokkan dalam beberapa kelompok:

  1. Untuk penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas terdiri dari nomor, uraian, penghasilan bruto dan keterangan
  2. Untuk penghasilan dari luar usaha terdiri dari nomor, uraian, jumlah bruto, biaya, jumlah neto dan keterangan
  3. Untuk orang pribadi yang tidak melakukan usaha/pekerjaan bebas terdiri dari nomor, uraian, penghasilan bruto, pengurang penghasilan bruto, penghasilan neto dan keterangan
  4. Untuk penghasilan bukan objek pajak terdiri dari nomor, uraian, jumlah bruto dan keterangan
  5. Untuk penghasilan yang dikenakan PPh final terdiri dari nomor, uraian, jumlah bruto dan keterangan

Hal lain yang perlu diketahui bagi WP OP yang menyelenggarakan pencatatan, diantaranya:

  1. Wajib Pajak orang pribadi wajib menyimpan semua dokumen yang berkaitan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, baik mengenai peredaran atau penerimaan bruto maupun mengenai pembelian, biaya usaha, dan pengeluaran lainnya
  2. Wajib Pajak Orang Pribadi wajib menyimpan semua dokumen yang berkaitan dengan penghasilan lainnya, termasuk rekening koran bank, buku tabungan, fotokopi deposito atau sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia(SBI) dan/atau bukti pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan
  3. Wajib Pajak orang pribadi yang semata-mata menerima penghasilan dari pemberi kerja, menyimpan dokumen berupa formulir 1721-A1/1721-A2 tersebut sudah dapat dianggap melakukan pencatatan

One response to “Aturan Pencatatan, Anggapan dan Teori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: