Dua Hal yang Berbeda


Seorang mengomel ke Petugas Pajak, “Pak, penghasilan saya kan sudah dipotong PPh oleh perusahaan, lalu kenapa saya harus lapor ke KPP. Seharusnya yang lapor itu perusahaan ke KPP. Kenapa yang melaporkan SPT harus saya?. Kan tidak efisien dan ngerepotin saja”.

Kita berbicara tentang dua entitas. Yang pertama, Perusahaan, yang kedua pegawai. Perusahaan sebagai pihak pemberi kerja mempunyai kewajiban memotong PPh Pasal 21 dan memberikan bukti potong PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap berupa formulir 1721 A1. Atas PPh Pasal 21 yang dipotong oleh pemberi kerja kemudian disetorkan ke Bank Persepsi dan dilaporkan ke KPP. Formulir 1721 A1 ini merupakan hak karyawan dan kewajiban pemberi kerja.

Formulir 1721 A1berisi jumlah gaji, tunjangan, dan penghasilan lainnya yang dibayar pemberi kerja kepada pegawainya serta jumlah PPh Pasal 21 yang telah dipotong oleh pemberi kerja. Formulir 1721 A1 ini bisa menjadai sarana kontrol bagi pegawai untuk mengetahui berapa jumlah penghasilan dan PPh yang telah dipotong oleh perusahaan. Juga menjadi sarana kontrol bagi perusahaan dan KPP dalam mengetahui kebenaran perhitungan PPh Pasal 21.

Entitas yang kedua, pegawai. Pegawai merupakan Wajib Pajak dan mempunyai kewajiban untuk memenuhi kewajiban pajak salah satunya, melapor SPT. Yang harus dilaporkan oleh pegawai bukanlah semata-mata 1721 A1, tetapi juga penghasilan lainnya.  Dengan demikian, kewajiban pegawai bukanlah semata-mata melaporkan 1721 A1 dari pemberi kerja yang sepertinya kurang kerjaan saja, tetapi juga melaporkan penghasilan lainnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: