Akibat Pembetulan Faktur Pajak


Ketika anda membetulkan faktur pajak. Ada beberapa konsekuensi yang memberatkan dari segi adminisrasi. Diantaranya sebagai berikut:

1. Harus membuat faktur pajak pengganti

2. Faktur pajak pengganti dilaporkan dalam 2 SPT. Satu dalam SPT Masa pada saat dibuatnya faktur pajak, kedua dalam SPT Masa Pembetulan.

3. Faktur pajak dilaporkan dalam SPT Masa pada saat dibuatnya faktur pajak pengganti dengan urutan biasa (seperti membuat faktur pajak pada saat ada transaksi). Yang membedakannya adalah:

a.  kode status faktur pajak (digit ketiga), dimana faktur pajak normal mempunyai kode 0, sedangkan faktur pajak pengganti mempunyai nomor 1. Dengan demikian, jika kita melihat secara sekilas, seperti ada transaksi baru.

b. DPP dan nilai pada PPN pada SPT Masa PPN mempunyai nilai nol (meskipun nilai pada faktur pajaknya bukan nol)

4. Faktur pajak pengganti dilaporkan pada SPT Masa Pembetulan. Adanya faktur pajak pengganti mengakibatkan adanya data yang harus dibetulkan pada SPT Masa PPN.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: