Pajak Yang Sederhana


Ada sesuatu yang menarik ketika menyaksikan acara penyembelihan hewan qurban di desa Darmaraja, Sumedang, sebuah desa yang jauh dari kota. Ternyata, untuk setiap hewan kambing yang disembelih terdapat pungutan wajib alias pajak yang disetorkan ke desa. Nilai pajak per hewan tersebut jumlahnya Rp10.000. Saya melihat tidak ada satu pun warga yang terlihat keberatan atas pajak tersebut.

Ada perasaan kagum dalam diri saya, betapa warga mau membayar pajak dengan sadar dan ikhlas, tanpa ada rasa kecurigaan ataupun sikap kritis pada warga desa atas pungutan tersebut. Andaikan pungutan tersebut ada di kota. Saya yakin, orang akan bertanya, untuk apa pungutan tersebut?, apa dasar hukumnya?. bagaimana transfaransi atas penggunaan uang pajak tersebut, dan sebagainya.

Mungkin, saya katakan mungkin, karena saya tidak melakukan riset untuk mengetahui fenomena tersebut, warga desa mau membayar pajak atas penyembelihan qurban dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan efisien. Warga tidak perlu menyetor ke Bank dan tidak perlu menghitung degan hitungan yang rumit dan tidak perlu melapor.

Kata sederhana mempunyai arti yang dekat dengan kata mudah, efisien, tidak ribet dan njelimet. Era modern adalah era kemudahan dan efisiensi. Sesuatu yang mudah sederhana bukanlah berati tidak canggih. Sesuatu yang sederhana mungkin memudahkan bagi pihak tertentu tetapi sangat kompleks bagi pihak lain. Mengirim uang dengan ATM dan internet memudahkan nasabah bank, tapi cobalah anda fikirkan bagaimana sistem tersebut bekerja. Hal ini sulit dipahami bagi orang yang hidup pada tahun 1970 an. Hanya orang-orang ahli IT yang bisa memahami sistem tersebut.

Dalam azas pemungutan pajak dikenal azas efisiensi, artinya biaya pemungutan pajak harus lebih kecil dari besarnya pajak yang dipungut. Istilah orang dagang, harga barang yang dibeli harus lebih kecil dari haga jualnya. Pengertian efisiensi  disini tidaklah dilihat semata-mata dari otoritas fiskal tetapi juga dari sisi Wajib Pajak (WP). Dari sisi WP, idealnya, besarnya cost untuk membayar pajak semestinya lebih rendah dari pajak itu sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: