Pemateraian Kemudian


Istilah Pemeteraian Kemudian belum populer. Istilah ini ada pada 476/KMK.03/2002 tanggal 19 November 2002. Pematerain Kemudian ini digunakan untuk yang materai nya kurang, akan dijadikan alat pembukitan, dan dokumen yang dibuat di luar negeri yang akan digunakan di Indonesia.

Pemeteraian kemudian dilakukan dengan meterai tempel atau SSP dan harus disahkan oleh Pejabat Pos. Pengesahan tersebut dapat dilakukan bila pemegang dokumen membayar denda 200% dari bea materai yang tidak atau kurang dilunasi.

Sesuai PER-01/PJ./2006 tanggal 5 Januari 2006 Kode MAP untuk bea meterai 4111611 sedangkan KJS nya 100


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: