pinjaman tanpa bunga


Sebelumnya, aturan pajak tentang pinjaman tanpa bunga diatur dalam surat Dirjen Pajak nomor S-165/PJ.312/1992 kini diatur dalam PP 94 tahun 201, khususnya di pasal 12. Dengan adanya PP maka kepastian hukumnya lebih kuat.

PP ini mengatur bahwa pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham diperkenankan, apabila pemegang saham dan penerima pinjaman memenuhi syarat-syarat tertentu:
1. Untuk pemegang saham
a. Uang pinjaman tersebut merupakan dana sendiri, bukan dana pihak lain
b. Modal disetor pemegang saham telah disetor penuh
c. Tidak dalam keadaan rugi
2. Untuk penerima pinjaman: sedang mengalami kesulitan keuangan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: