nomor faktur pajak


Khusus untuk pedagang eceran, tata cara penomoran diserahkan ke pedagang tersebut. Ini diatur dalam Per Dirjen no. 58/PJ/2010 pasal 5, sedangkan FP untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) secara umum dalam 38/PMK.03/2010.
Nomor faktur pajak terdiri dari kode dan nomor urut. Kode terdiri dari 6 digit. 2 digit pertama merupakan petunjuk jenis transaksi. Contohnya transaksi dengan bukan pemungut PPN maka kodenya 01, transaksi dengan bendahara pemerintah 02, transaksi dengan pemungut PPN bukan bendahara pemerintah 03, 08 untuk penyerahan yang PPN nya dibebaskan, dan seterusnya. Hal ini diatur dalam lampiran III Per Dirjen no. PER-13/PJ./2010. Sedangkan digit ketiga merupakan status faktur pajak. Kode pada digit ketiga hanya ada kemungkinan. Nomor nol untuk faktu normal dan nomor 1 untuk faktur pengganti.

Digit ke-4 sampai dengan 6 (3 digit) merupakan kode cabang. Digit ke-7 sampai dengan 8 (2 digit) merupakan kode tahun dan 8 digit tertakhir merupakan digit nomor urut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: