insentif fiskal


Entahlah, saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan definisi insentif fiskal apalagi definisi atau pengertiannya. Tentang insentif fiskal ini, saya teringat tahun 2009 yang kata orang terjadi resesi dunia mengingat banyaknya perusahaan besar yang kolaps. Pada tahun 2009, pemerintah RI memberikan insentif PPh Pasal 21 untuk pegawai pada usaha tertentu seperti manufaktur dan perikanan (jumlahnya banyak, saya lupa berapa pastinya) dengan jumlah penghasilan kurang dari Rp 5 juta (kalo ga salah) tidak dikenakan PPh. Bahasa bakunya sebenarnya tidak dikenakan PPh tetapi ditanggung pemerintah. Jadi PPh yang seharusnya dipotong tidak disetorkan ke kas negara melainkan diberikan ke pegawai yang bersangkutan. Luar biasa, enak..enak…

Insentif fiskal PPh 21 ini berarti ada penerimaan negara tetapi langsung diberikan ke pegawai tersebuta. Ah….sudahlah itu urusan pemerintah. Bagi pegawai dengan insenti fiskal tersebut bisa mendapatkan uang tambahan.

Membicarakan insentif fiskal dari kasus insentif PPh pasal 21 tersebut, kita bisa menyederhanakan menjadi adanya keuntungan bagi WP dan “kerugian”, jika istilah ini kurang tepat bisa disebut dengan loss potential penerimaan negara. Kerugian atau loss potential pun kurang tepat karena dengan turunnya penerimaan pajak dari penerima insentif mungkin malah akan menambah penerimaan dari sektor lainnya karena adanya pertambahan konsumsi.

Jika kita lebih sederhanakan lagi dan kita sempitkan lagi dalam bahasa awam, insentif fiskal berarti kebijakan menurunkan penerimaan negara dari sektor pajak untuk sektor tertentu. Definisi ini mungkin ngawur wong analisis saenake dewe. Istilah fiskal disini bukan istilah fiskal secara umum seperti yang sering dibahas di ekonomi makro. Seingat saya membicarakan fiskal berarti membicarakan APBN sedangkan membicarakan moneter berart tentang uang dan BI. Tidak…, kita tidak membicarakan hal ini.

Kembali ke definisi ngawur tadi bahwa insentif fiskal tadi berarti menurunkan penerimaan pajak karena adanya perubahan peraturan pajak. Jika ini yang kita pakai berarti insentif fiskal telah diberikan beberapa kali. Berikut ini contohnya:
1. Kenaikan PTKP
2. Kenaikan biaya jabatan
3. Turunnya tarif PPh orang pribadi
4. Turunnya tarif PPh WP OP tertentu
4. Penghapusan sanksi administrasi sewaktu adanya sunset policy


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: