the hardest thing


The hardest thing in the word to understand is tax income. Demikian kata albert einstein. Saya belum mengerti dimana letak kesulitannya, apakah dari philosofinya (CMIIW) atau dari cara perhitungannya.

PPh merupakan pajak yang paling rumit dalam perhitungannya tetapi juga yang paling adil. Ini jika kita bicara secara umum atau mengabaikan PPh final. PPh final merupakan pajak yang sederhana dalam perhitungannya tetapi tidak adil karena tidak melihat untung atau rugi.

Selain PPh final ada juga norma penghitungan penghasilan neto (norma). Menghitung penghasilan neto dengan norma sangat mudah tetapi juga tidak fair karena wajib pajak dianggap mendapat penghasilan neto dengan tanpa memperhitungkan biaya ril nya.

PPh bisa dikatakan jenis pajak paling fair, cobalah bandingkan dengan pajak kendaraan, PPN, PPn BM, PBB, Pajak reklame, pajak pembangunan, dan jenis pajak lainnya. Pajak selain PPh tidak memperhitungkan berapa penghasilan netonya, berapa pengurang lainnya seperti iuran pensiun dan PTKP.

Bisa kita simpulkan semakin sederhana cara menghitung pajak maka semakin tidak adil pajak tersebut, sebaliknya semakin rumit cara menghitung pajak maka semakin adil pajak tersebut. Begitu rumitnya sehingga sang jenius Einstein pun mengatakan bahwa PPh merupakan the hardest thing in the word. Kesimpulan ini mungkin terlalu ekstrim karena seiring dengan perkembangan zaman, pajak selain PPh pun terus menerus diperbaharui agar bisa memenuhi rasa keadilan.

Lalu apakah kita berpangku tangan dengan sulitnya menghitung PPh dan menganggapnya sebagai sebuah takdir. Rasa-rasanya tidak, kemajuan IT, semakin berkembangnya profesi konsultan pajak, dan hal lainnya telah membuat menghitung PPh menjadi hal yang biasa dan wajar serta tidak membuat kepala berdenyut-denyut.

Mengapa menghitung PPh rumit?, PPh menjadi rumit karena ia dikenakan bukan atas penghasilan bruto tetapi atas penghasilan bersih. Disinilah masalah menjadi agak rumit karena untuk menemukan penghasilan neto tersebut maka mau tidak mau wajib pajak harus mencatat dan menghitung berapa penjualan dan berapa biayanya. Keadaan menjadi semakin runyam ketika ada deductable expense dan non deducatable expense. Dunia menjadi semakin gelap karena deductable dan non deductable ternyata sangat multi tafsir.

Lalu apa solusinya, ah tentu saja saya tidak mempunyai kompetensi untuk menjawab pertanyaan berat ini. Tapi bolehkan kita mengeluarkan curah pendapat, kata orang sih brainstorming. Pertama, membuat booklet, buku peraturan PPh per jenis usaha. Hah…. impossible, bagaimana mungkin membuat penghitungan PPh per jenis usaha mengingat jenis usaha jumlahnya ribuan. Tidak, saya katakan mungkin meskipun jangan berharap kesempurnaan. Cobalah anda browsing ke situs IRS, DJP nya USA, disana ada beberapa aturan tentang penghitungan PPh untuk usaha pertanian, perdagangan eceran, dsb.

Kedua, apalagi ya?…Serahin aja ke konsultan pajak, gitu aja kok repot hi6x. Loh kok saya jadi kaya mempromosikan profesi konsultan pajak. Jawaban yang aneh. Katanya..(sumber tidak jelas) jumlah konsultan pajak di USA, lebih banyak dibanding dengan pegawai pajak. Di Indonesia begitu banyak wajib pajak yang ketakutan tentang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar fee konsultan pajak. Oleh karena itu perlu bagi konsultan pajak memberi tarif yang menguntungkan bagi Wajib Pajak dan konsultan pajak.

Ketiga, menyederhanakan administrasi pajak. Masalah administrasi mungkin terlalu luas. Saya melihat dari sisi sempitnya aja seperti masalah pembayaran dan pelaporannya saja. Pembayaran pajak sudah saatnya bisa dengan melalui ATM, e-banking, mobile banking, phone banking, dsb. Sedangkan pelaporannya bisa dengan e-mail, facebook (ngawur). Sebenarnya sekarang sudah ada yang namanya e-filing tetapi masih ribet dalam pelaksanaanya.

Keempat, masih mikir, bagaimana pendapat anda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: