Koreksi Fiskal Pada SPT Tahunan PPh Badan


Beberapa WP sering kebingungan ketika mengisi kolom koreksi fiskal  SPT Tahunan PPh Badan formulir 1771 I. Kejadian ini dialami beberapa perusahaan konstruksi yang seluruh penghasilannya telah dikenakan PPh final. Berikut ini saya kutip dari buku petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Badan tahun pajak 2009 halaman 5 dan 6:

Angka 4 : PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

Untuk menghitung penghasilan neto fiskal yang dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan ketentuan umum, penghasilan dari sumber di Indonesia yang dikenakan PPh final dan yang tidak termasuk sebagai Objek Pajak harus dikeluarkan kembali, sehingga dengan pengurangan penghasilan tersebut pada jumlah penghasilan neto fiskalnya (angka 8) akan menjadi nihil/netral.

Diisi dengan jumlah penghasilan neto komersial atas penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final dan penghasilan neto komersial atas penghasilan yang tidak termasuk objek pajak yang telah dimasukkan dalam angka 1 formulir 1771 – I dan dalam hal mengalami kerugian komersial, diisi sesuai dengan jumlah kerugian komersialnya.

Catatan Penulis:

Pengertian Ketentuan Umum adalah bahwa PPh dikenakan terhadap penghasilan neto dimana penghasilan neto adalah  pendapatan yang merupakan objek PPh dan bukan PPh final  dikurangi biaya

Angka 8 adalah angka penghasilan neto setelah koreksi fiskal

angka 1 formulir 1771 – I adalah seluruh penghasilan baik final maupun tidak final, baik objek PPh maupun bukan objek PPh

 

Angka 5 : PENYESUAIAN FISKAL POSITIF

Yang dimaksud dengan penyesuaian fiskal positif adalah penyesuaian terhadap penghasilan neto komersial (di luar unsur penghasilan yang dikenakan PPh final dan yang tidak termasuk Objek Pajak) dalam rangka menghitung Penghasilan Kena Pajak berdasarkan UU PPh beserta peraturan pelaksanaannya, yang bersifat menambah penghasilan dan/atau mengurangi biaya-biaya komersial tersebut pada angka 1.

Angka 6 : PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF

Yang dimaksud dengan penyesuaian fiskal negatif adalah penyesuaian terhadap penghasilan neto komersial (di luar unsur penghasilan yang dikenakan PPh final dan yang tidak termasuk Objek Pajak) dalam rangka menghitung Penghasilan Kena Pajak berdasarkan UU PPh beserta peraturan pelaksanaannya, yang bersifat mengurangi penghasilan dan/atau menambah biaya-biaya komersial tersebut pada angka 1.

Catatan Penulis:

Kata yang ditulis tebal dan digarisbawahi merupakan jawaban atas kebingungan WP. Kita akan membuat contohnya.

WP hanya menerima penghasilan konstruksi yang telah dikenakan PPh final Rp 1.000.000.0000

Biaya untuk kepentingan pemegang saham  Rp  50.000.000

Karena seluruh penghasilan telah dikenakan PPh final, maka WP hanya mencantumkan Rp 1.000.000.000 pada form 1771 I nomor 4, sedangkan angka Rp 50.000.000 tidak dicantumkan pada kolom koreksi fiskal biaya untuk kepentingan pemegang saham (1771 I No. 5.a.) karena jika dicantumkan akan terjadi double koreksi.

Contoh 1:

  • Peredaran usaha dari jasa konstruksi; Rp 1.000.000.000
  • Biaya 3M: Rp800.000.000
  • Biaya untuk kepentingan pribadi pemegang saham: Rp100.000.000

Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan labanya adalah sbb:

1. Laporan Laba Rugi Komersial

  • Peredaran usaha: Rp 1.000.000.000
  • Biaya:                                   900.000.000
  • Laba:                              Rp 100.000.000

2. Laporan Laba Rugi Fiskal

  • Peredaran usaha: 0
  • Biaya: 0
  • Laba: 0

3. SPT Tahunan PPh Badan

  • Peredaran usaha:                          Rp1.000.000.000
  • Biaya:                                                         (900.000.000)
  • Penghasilan neto komersial:    Rp 100.000.000
  • Penghasilan PPh final                  (1.000.000.000)
  • Koreksi fiskal biaya                       (900.000.000)
  • Penghasilan neto fiskal                                0

Contoh 2:

  • Peredaran usaha dari jasa konstruksi: Rp 1.000.000.000
  • Peredaran usaha dari penjualan barang: Rp 4.000.000.000
  • Biaya sehubungan jasa konstruksi: Rp800.000.000
  • Biaya untuk Penjualan barang: Rp3.700.000.000
  • Biaya untuk kepentingan pemegang saham untuk penjualan barang: Rp100.000.000

Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan labanya adalah sbb:

1. Laporan Laba Rugi Komersial

  • Peredaran usaha: Rp 5.000.000.000 dari perhitungan Rp1.000.000.000 + Rp 4.000.000.000
  • Biaya:                                4.600.000.000 dari perhitungan Rp800.000.000 + Rp 3.700.000.000 + Rp 100.000.000
  • Laba:                              Rp 400.000.000

2. Laporan Laba Rugi Fiskal

  • Peredaran usaha: Rp 4.000.000.000
  • Biaya:                               3.700.000.000
  • Laba:                              Rp300.000.000

3. SPT Tahunan PPh Badan

  • Peredaran usaha:                          Rp5.000.000.000
  • Biaya:                                                       4.600.000.000
  • Penghasilan neto komersial:              400.000.000
  • Penghasilan PPh final                     (1.000.000.000)
  • Koreksi fiskal biaya konstruksi         800.000.000
  • Koreksi biaya kep. pem. saham     (100.000.000)
  • Penghasilan neto fiskal                   Rp300.000.000
About these ads

7 thoughts on “Koreksi Fiskal Pada SPT Tahunan PPh Badan

  1. Penjelasannya jelas… Terima kasih banyak…
    Semoga Allah SWT memberikan pahala berupa ilmu yang bermanfaat… Berupa keberkahan… Dan Kebahagian…. Keselamatan di dunia dan akhirat… Amien…

  2. BTW jika biaya sehubungan jasa konstruksi dan biaya untuk penjualan barang menggunakan persentase?
    Misal diketahui total biaya 4.600.000.000

    Peredaran usaha: Rp 5.000.000.000 dari perhitungan Rp1.000.000.000 + Rp 4.000.000.000 (20% + 80%)

    Jadi untuk biaya jasa konstruksi 20% x 4.600.000.000 = 920.000.000
    Jadi untuk biaya penjualan barang 20% x 4.600.000.000 = 3.680.000.000

    Pertanyaan:
    Apakah kondisi tersebut dibolehkan secara perpajakan?

    • Untuk menjawab pertanyaan Mas Ismail, mungkin bisa dilihat dari penjelasan pasal 6 ayat 1 huruf a UU PPh. Pada penjelasan tersebut dijelaskan perhitungan biaya yang dapat dikurangkan untuk dana pensiun.

      Yang intinya menghitung perhitungan biaya tersebut dengan menggunakan prosentase proporsional antara penghasilan yang bukan objek pajak dengan total penghasilan.

      Jadi jawabannya ya.

      CMIIW

  3. Selaat siang pak…
    Mohon bantuannya dengan ilustrasi sbb:

    Peredaran usaha atas jasa konstruksi yg di dapat dr PT. A Rp. 4M (PPh Final dibayar oleh pemberi jasa), dan dr PT. B Rp. 1,5M (PPh Final dibayar oleh penerima jasa)…. dengan kondisi tersebut bagaimana dengan jumlah peredaran usahanya? apakah total 5,5M atau hanya jumlah yg PPh finalnya dibayar oleh pemberi jasa?

    Bagaimana untuk koreksi fiskal biaya (total biaya 1M termasuk PPh psl 21)?

    Terima kasih sebelumnya pak.

    • Seluruh PPh final atas jasa konstruksi dipotong dan disetor oleh pemberi penghasilan atau penerima jasa.

      Peredaran usaha yang dilaporkan dalam SPT Tahunan 5,5 M. Namun peredaran usaha ini dikoreksi fiskal seluruhnya sehingga PPh terutang dalam SPT Tahunan menjadi nihil.

      Catatan: jika belum dipotong oleh pemberi kerja, sebaiknya disetor sendiri.

      CMIIW

  4. Mohon Penjelasannya : Denda akibat keterlambatan penyerahan barang dari waktu yang disepakati antara penjual dan pembeli. Apakah denda tsb, dapat digolongkan sebagai Biaya dalam penyusunan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan ?

    • apakah pengeluaran perusahaan masuk deductable expenses atau undeductable expenses diatur dalam UU PPh pasal 6 dan pasal 9. Namun aturan tersebut sangat umum. intinya pengeluaran itu harus ada hubungannya dengan mendapat, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan. Karena sangat umum, ada kemungkinan terjadi perbedaan pendapat.

      Menurut saya (CMIIW), denda seperti yang disebut Mas Marius termasuk dalam deductable expenses, artinya bisa dikurangkan dari penghasilan.

      namun perlu diketahui, bahwa PPh dan sanksi pajak tidak dapat dibebankan dalam menghitung penghasilan neto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s