Berkesinambungan atau Tidak Berkesinambungan


1. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai dikategorikan menjadi berkesinambungan dan tidak berkesinambungan bukan berdasar tenaga ahli dan bukan tenaga ahli

 2. PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan yang memenuhi syarat:

  • Telah mempunyai NPWP
  • Hanya memperoleh penghasilan dari hubungan dengan Pemotong PPh Pasal 21/26
  • Tidak memperoelh penghasilan lainnyadihitung dengan rumus: Tarif PPh kumulatif x { (50% x Penghasilan Bruto) – PTKP}.

    Contoh dari kasus ini ada pada Lampiran PER-57 Bagian Kedua No. V.1.b

     3. PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan yang tidak memenuhi syarat:

  • Telah mempunyai NPWP
  • Hanya memperoleh penghasilan dari hubungan dengan Pemotong PPh Pasal 21/26
  • Tidak memperoelh penghasilan lainnyaadalah Tarif PPh kumulatif x 50% x Penghasilan Bruto (tanpa PTKP),

    Contoh kasus ini ada pada Lampiran PER-57 Bagian Kedua No. V.1.b

     4. PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan yang memenuhi syarat

  • Telah mempunyai NPWP
  • Hanya memperoleh penghasilan dari hubungan dengan Pemotong PPh Pasal 21/26
  • Tidak memperoelh penghasilan lainnyaadalah Tarif PPh tidak kumulatif x 50%  Penghasilan Bruto.

    Contoh kasus ini ada pada Lampiran PER-57 Bagian Kedua No. V.2.

     5. PPh Pasal 21 untuk dokter yang bukan pegawai yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan yang memenuhi syarat

  • Telah mempunyai NPWP
  • Hanya memperoleh penghasilan dari hubungan dengan Pemotong PPh Pasal 21/26
  • Tidak memperoelh penghasilan lainnya adalah Tarif PPh kumulatif x { (50% x Jasa Dokter yang Dibayar Pasien)}.

    Contoh dari kasus ini Contoh dari kasus ini ada pada Lampiran PER-57 Bagian Kedua No. V.1.a

      *****

     Jika masih bingung, Anda membaca bisa langung membaca kesimpulan yang dilihat dari sisi tarif.

    PER-57 menyederhanakan PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai tetap (termasuk tenaga ahli). Perhitungan PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai tetap adalah sebagai berikut:

    1. Tarif PPh kumulatif x {(50% x penghasilan bruto) – PTKP} untuk bukan pegawai tetap yang menerima penghasilan yang berkesinambungan dan memenuhi syarat pasal 13 ayat 1 huruf c

    2. Tarif PPh kumulatif x {(50% x penghasilan bruto)} untuk bukan pegawai tetap yang menerima penghasilan yang berkesinambungan tetapi tidak memenuhi syarat pasal 13 ayat 1 huruf c

    3. Tarif PPh kumulatif x 50% x Jasa Dokter yang Dibayar Pasien untuk dokter yang bukan pegawai tetap yang menerima penghasilan yang berkesinambungan

    4. Tarif PPh tidak kumulatif x 50% x penghasilan bruto untuk bukan pegawai tetap yang menerima penghasilan yang tidak berkesinambungan

    Jika Anda masih bingung juga, tidak perlu khawatir, karena saya juga masih bingung…he…he…

  • About these ads

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s